Judul Penelitian |
Tahun Penelitian |
 |
Kemampuan Inovasi di Industri Komponen Otomotif |
|
1997/1998 |
Tulisan ini didasarkan pada suatu awal
terhadap industri komponen otomotif yang diperkirakan banyak melakukan kegiatan inovasi,
khususnya industri komponen kecil, menengah tersebut maka digunakan metode dan definisi
yang sesuai dikembangkan di Australia tahun 1993 berdasarkan saran dari Organization For
Economic Co-operation And Development (OECD).
|
 |
Truk MIX - I-94 : Sebuah Produk Rancang Bangun |
|
1997/1998 |
Truk MIX-I-94 adalah Sebuah Kendaraan
niaga yang berkemampuan 6000 cc merupakan suatu hasil rancang bangun, yang dihasilkan oleh
tenaga-tenaga ahli bangsa Indoensia. Pembuatan Truk MIX I-94 ini bermula dari pemanfaatan
mesin-mesin mobil yang dibesi tuakan oleh perusahaan. Sejak awal tahun 1994 truk ini
dirancang dan selesai pembuatannya dengan memakan waktu sekitar 10 bulan. Pengujian
performance dilakukan dengan menempuh jarak Surabaya - Yogyakrta - Bandung - Jakarta.
|
 |
Sistem Pembentukan Tenaga Terampil Pada Industri Otomotif di
Indonesia |
|
1997/1998 |
Perkembangan industri otomotif selama
25 tahun terakhir hanya menunjukan semakin menjamurnya Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM),
sehingga bisnis ini tidak diimbangi dengan pengembangan SDM secara profesional, akibatnya
sistem pembentukan tenaga terampil yang ada hanya melahirkan tukang atau hanya sekedar
pengalihan keterampilan (skill) dan bukan pengalihan dalam arti keahlian.
|
 |
NPV - X Ratio : Alternatif Kriteria Evaluasi |
|
1997/1998 |
Studi ini mencoba merumuskan pemikiran
untuk menambah kriteria evaluasi yang sudah umum dikenal seperti Net Present Value, Gross
Ratio dan Internal Rate of Return. Kriteria investasi yang disarankan ini disebut Net
Present Value dengan X, titik potong antara biaya kumulatif dengan menfaat kumulatif.
Karekteristik dari kriteria ini sangat berbeda dan unggul bila dibandingkan dengan
kriteria investasi lainnya.
|
 |
Studi Antologi Jender dan Iptek |
|
1997/1998 |
Memberikan gambaran mengenai keadaan
jender dan iptek di Indonesia serta memberikan gambaran mengenai langkah-langkah yang
diperlukan untuk mencapai kesetaraan jender di bidang iptek sebagai salah satu
persayaratan peningkatan kualitas manusia Indonesia pria dan wanita.
|
 |
Studi Pendahuluan Evaluasi Lembaga Litbang |
|
1997/1998 |
Tujuan studi ini adalah ingin
mengetahui kriteria-kriteria yang dapat digunakan untuk mengukur efektivitas litbang di
Indonesia menurut kriteria yang sesuai dengan ketentuan.
|
 |
Studi Antologi Komersialisasi Hasil Litbang |
|
1997/1998 |
Sasaran studi ini adalah memahami dan
dapat menrepakan pengelolaan institusi litbang yang efektif untuk komersialisasi hasil
litbang.
|
 |
Indikator Teknologi Kasus Industri Alat Berat |
|
1997/1998 |
Laporan ini merupakan hasil studi
Atlas Teknologi pada salah sati industri alat berat Indoensia. Alat analisis disini
diperlukan untuk memberikan informasi yang dibutuhkan untuk pengembangan teknologi baik di
perusahaan maupun industri.
|
 |
Indikator Teknologi Industri : Kasus PT TELNIC Industries |
|
1997/1998 |
Indikator teknologi industri tingkat
perusahaan di sektor telekomunikasi untuk mengetahui tingkat kemandirian teknologi suatu
industri dalam rangka menghadapi era liberalisasi pasar global.
|
 |
Kemampuan
Teknologi PT PINDAD |
|
1997/1998 |
Tulisan ini dimaksudkan untuk mengukur
kemampuan teknologi dengan menggunakan konsep Atlas Teknologi. Data diperoleh dengan cara
survei dan penelusuran literatur sebagai bahan acuan. Luaran merupakan penyempurnaan dari
tahun anggaran sebelumnya (1993/1994)
|
 |
Pola dan Pengelolaan Inovasi Industri |
|
1998/1999 |
Studi inovasi ini bertujuan untuk
memberikan gambaran tentang pola dan tingkat inovasi di sektor industri manufaktur di
Indonesia. Hasil studi ini diharapkan dapat memberikan masukan kepada pemerintah dalam
menerapkan kebijakan dalam mengembangkan inovasi di sektor industri. Studi yang
dilaksanakan pada .................................Lihat
|
 |
Studi Pemberdayaan Petani Sentra Produksi Padi di Jawa |
|
1998/1999 |
Studi ini dilakukan untuk meiihat
margin keuntungan petani dalam keseluruhan aktivitas pengetolaan pertanian hingga pasca
panen. Margin keuntungan petani yang akan dijadikan dasar analisis berdasarkan pada temuan
lapangan. Untuk itu analisis inputloutput akan digunakan dalam memperoleh margin
keuntungan tersebut ........................ Lihat
|
 |
Studi Pengembangan Indikator Kesejahteraan Sosial |
|
1998/1999 |
Studi ini dilakukan dengan latar
belakang bahwa pada saat ini data dasar tentang penyandang masalah kesejahteraan sosial
(PMKS) sebagai landasan penyusunan kebijakan, program dan kegiatan pembangunan
kesejahteraan sosial masih sangat terbatas. UKuran-ukuran keberhasilan program belum
terbakukan karena itu strategi dasar pembangunan kesejahteraan sosial belum dapat
dirumuskan secara ................................. Lihat
|
 |
Studi Model Difusi (Penyebarserapan) Inovasi Teknologi dengan
Kasus 3 Program Iptekda LIPI di 3 Daerah |
|
1999/2000 |
Difusi (penyebarserapan) adalah proses
dimana satu inovasi dikomunikasikan meialui saluran-saluran tertentu selama beberapa waktu
diantara anggota-anggota dari satu system social. Dalam satu proses difusi ada 4 elemen,
antara lain; satu inovasi teknologi, komunikasi, selama beberapa waktu tertentu dan satu
system social. ....................... Lihat
|
 |
Penerapan Teknologi Budidaya Tanaman Pertanian (Nilam) Sebagai
Upaya Memperbaiki Tingkat Ekonomi Petani Transmigrasi di Bengkulu Selatan |
|
1999/2000 |
Menghadapi era global yang kini sedang
melanda bangsa Indonesia, salah satu titik berat perhatian bahkan sangat kritis adalah
pemberdayaan ekonomi pedesaan. Sudah saatnya pembangunan ditujukan untuk pemberdayaan
masyarakat meialui usaha-usaha yang secara maksimal melibatkan masyarakat pedesaan.
......................... Lihat
|
 |
Keterkaitan Agro Industri Dengan Pemasok dan Pembeli Dalam
Mendukung Inovasi |
|
1999/2000 |
Studi ini merupakan kelanjutan dari
studi tentang inovasi tahun 1997 dan tahun 1999, untuk tahun 1999 dipilih perusahaan
bidang agro - industri, yang merupakan sub sistem dari kegiatan agribisnis. Sistem
agribisnis merupakan suatu sistem yang terdiri atas subsistem : (1) pengadaan dan
penyaluran sarana produksi, teknologi dan penqembangan sumberdya pertanian; (2)
produksi pertanian atau usaha tani; (3) penqolahan hasil-hasil pertanian atau agro -
industri; (4) distiibusi dan pemasaran hasil pertanian; (5) penunjang.
..................... Lihat
|